Kamis, 01 November 2012

ORGANISASI FUNGSIONAL


Nama : Sukma Abdi Prakasa
NPM  : 16111930
Kelas  : 2KA09


BAB I

                                        PENDAHULUAN


            Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan.  Stuktur organisasi pada setiap perusahaan sangatlah berbeda-beda tergantung pada bentuknya masing-masing. Ada beberapa struktur organisasi berdasarkan bentuknya :
1. Struktur Organisasi Lini
Organisasi bentuk garis di ciptakan oleh Henry Fayol. Pada struktur organisasi ini, wewenang dari atasan disalurkan secara vertikal kepada bawahan. Begitu juga sebaliknya, pertanggungjawaban dari bawahan secara langsung di tujukan kepada ataan yang memberi perintah. Umumnya organisasi yang memakai struktur ini adalah organisasi yang masih kecil, jumlah karyawannya sedikit dan spesialisasi kerjanya masih sederhana.




Ciri-Ciri Struktur Organisasi Lini :
a. Kesatuan perintah terjamin
b. Pembagian kerja jelas dan mudah dilaksanakan
c. Organisasi tergantung pada satu pimpinan
2. Struktur Organisasi Fungsional
Struktur organisasi fungsional diciptakan oleh F.W.Taylor. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya dengan fungsi atasan tersebut. Setiap pegawai mempunyai pengawas lebih dari satu orang atasan yang berberda-beda.

BAB II

TEORI

Salah satu Struktur Organisasi yaitu organisasi fungsional adalah suatu bentuk organisasi yang di dalamnyaterdapat hubungan yang tidak terlalu menekankan kepada hirarkhistruktural akan tetapi lebih banyak didasarkan kepada sifat dan jenis fungsiyang perlu dijalankan. Organisasi ini biasanya digunakan ketika suatubagian fungsional memiliki kepentingan yang lebih dominan dalampenyelesaian suatu proyek. Top manajer yang berada dalam fungsi tersebutakan diberikan wewenang untuk mengkoordinir proyek.berikit ini adalahcontoh suatu organisasi proyek model fungsional.
KELEBIHAN STRUKTUR ORGANISASI FUNGSIONAL
• Paling sesuai untuk lingkungan yang stabil
• Dapat mencapai skala ekonomis pada masing-masing bagian.
• Merangsang berkembangnya keterampilan yang bersifat fungsional.
• Sesuai untuk organisasi berukuran kecil sampai sedang.
Baik bagi organisasi yang menghasilkan satu atau sejumlah kecil jenis produk.

KEKURANGAN STRUKTUR ORGANISASI FUNGSIONAL
• Respon organisasi terhadap perubahan kondisi lingkungan agak lambat.
Pengambilan keputusan menumpuk pada puncak organisasi.
Koordinasi antar bagian / fungsi tidak terlalu baik.
Inovasi terbatas
Pandangan terhadap sasaran organisasi agak terbatas, anggota organisasi cenderung hanya
 memperhatikan sasaran bagiannya sendiri

CONTOH BAGAN ORGANISASI FUNGSIONAL






BAB IV

PEMBAHASAN

Contoh dari sebuah Struktur Organisasi Fungsional misalnya dalam sebuah penerbitan buku:

Berikut adalah tugas dari masing-masing bagan:
1. Manajer : Memiliki tanggung jawab pada satu bagian fungsional perusahaan atau            organisasi saja dan tidak ikut campur pekerjaan fungsional pada bagian lain.
2. Supervisor : Melakukan supervisi terhadap para staf pelaksanan rutinitas aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari. Supervisor adalah level kepemimpinan yang tidak boleh membuat kebijakan yang bersifat strategis, tapi hanya menerjemahkan dan meneruskan kebijakan strategis atasannya kepada para bawahan untuk dikerjakan secara efektif dan produktif.
3. Sekertaris: Tugas-tugas yang biasa digunakan antara lain sebagai berikut :
* Membuka surat.
* Menerima dikte.
* Menerima tamu.
* Menerima telepon.
* Menyimpan arsip/surat.
* Menyusun dan membuat jadwal kegiatan pimpinan.
4. Administrasi: Melaksanakan kegiatan pelayanan kantor, penyediaan fasilitas dan layanan administrasi perkantoran, sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kelancaran operasional perusahaan.
5. Editor: Melakukan pengeditan atau penyuntingan suatu naskah.
6. Proofreader: Orang yang bekerja untuk membaca ulang teks untuk mendeteksi dan mengoreksi kesalahan menulis.
7. Penulis: Membuat cerita atau menyusun rangkaian kalimat-kalimat menjadi sebuah pernyataan ataupun cerita.
8. Desain Sampul: Mendesain cover untuk sebuah buku yang akan dibuat.
KESIMPULAN
            Jadi menurut saya struktur organisasi berdasarkan bentuknya itu mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing termasuk struktur organisasi fungsional. Akan tetapi Struktur organisasi fungsional ini lebih berfungsi kepada orang banyak  dan tidak banyak meraih keuntungan yang amat besar.

SUMBER:

Kamis, 11 Oktober 2012

Organisasi Non Profit



1.  Pendahuluan


Apa yang ada di benak anda ketika mendengar kata Organisasi? Kalau menurut pendapat dosen saya Kata Organisasi ialah sekumpulan orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien. Tapi pendapat lain muncul yaitu Kata Organisasi dapat juga diartikan sebagai  kumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan yang sama serta mempunyai struktur, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Pernahkah anda terlibat dalam organisasi? Dalam kehidupan sehari-hari pasti kita pernah menemukan organisasi dalam ruang lingkup yang kecil seperti OSIS atau BEM, organisasi tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk membawa anggota dan lingkungannya ke arah yang lebih baik.

setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu :
a.       Orang-orang (sekumpulan orang),
b.      Kerjasama,
c.       Tujuan yang ingin dicapai,

Menurut wikipedia indonesia organisasi non profit atau nirlaba adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal di dalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter). Organisasi nirlaba meliputi gereja, sekolahnegeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi jasa sukarelawan, serikat buruh, asosiasi profesional, institut riset, museum, dan beberapa para petugas pemerintah.

Perbedaan organisasi non profit (nirlaba) dengan profit (laba)

            Organisasi nirlaba:
-kepemilikan tidak jelas (anggota, klien, atau donatur)
-membutuhkannya sebagai sumber pendanaan
-tanggung jawab/jabatannya tidak jelas

           Organisasi laba:
-kepemilikan jelas
-telah memiliki sumber pendanaan yang jelas, yakni dari keuntungan usahanya
-tanggung jawab/jabatanya jelas.

pajak bagi perusahaan nirlaba (non profit)

Pemerintah Indonesia memperhatikan bahwa badan sosial bukan bergerak untuk mencari laba, sehingga pendapatannya diklasifikasikan atas pendapatan yang obyek pajak dan bukan obyek pajak. Namun di banyak negara, organisasi nirlaba boleh melamar status sebagai bebas pajak, sehingga dengan demikian mereka akan terbebas dari pajak penghasilan dan jenis pajak lainnya

Manfaat Organisasi


  1. Mempermudah pencapaian tujuan. Keberadaan organisasi yang terstruktur dengan baik dapat mempermudah tercapainya tujuan bersama.
  2. Mengubah pola hidup masyarakat. Maksudnya adalah jika dalam masyarakat terdapat organisasi yang mengumandangkan untuk Go Green, maka masyarakat akan mempunyai pola hidup yang menunjukkan kecintaannya pada bumi.
  3. Membuka lapangan kerja. Organisasi yang  berbasis profit dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Tapi tidak hanya organisasi profit saja yang bisa membuka lapangan pekerjaan. Organisasi non-profit yang berbasis keterampilan dapat menambah skill anggotanya, misalnya adalah perkumpulan fotografer


2.  Teori

seperti  yang sudah dijelaskan pendahulan diatas. Contoh dari organisasi non profit atau nirlaba adalah Badan SAR Nasional (disingkat BASARNAS)
apa sih yang sebenarnya BASARNAS itu?

Badan SAR Nasional (disingkat Basarnas) adalah Lembaga Pemerintah Non Kementrian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR).

Tugas BASARNAS
         
            Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM.43Tahun 2005 Tentang Organisasi dan tata kerja Departemen Perhubungan, Badan SAR Nasional mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, pengkoordinasian dan pengendalian potensi Search and Rescue (SAR) dalam kegiatan SAR terhadap orang dan material yang hilang atau dikhawatirkan hilang, atau menghadapi bahaya dalam pelayaran dan atau penerbangan, serta memberikan bantuan SAR dalam penanggulangan bencana dan musibah lainnya sesuai dengan peraturan SAR Nasional dan Internasional.

Fungsi basarnas

            Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut di atas, Badan SAR Nasional menyelenggarakan fungsi :

1.    Perumusan kebijakan teknis di bidang pembinaan potensi SAR dan pembinaan operasi SAR;
2.    Pelaksanaan program pembinaan potensi SAR dan operasi SAR; Pelaksanaan tindak awal;
3.    Pemberian bantuan SAR dalam bencana dan musibah lainnya;
4.    Koordinasi dan pengendalian operasi SAR alas potensi SAR yang dimiliki oleh instansi dan organisasi lain;
5.    Pelaksanaan hubungan dan kerja sama di bidang SAR balk di dalam maupun luar negeri;
6.    Evaluasi pelaksanaan pembinaan potensi SAR dan operasi SAR
7.    Pelaksanaan administrasi di lingkungan Badan SAR Nasional.

VISI DAN MISI BASARNAS

Visi :  Berhasilnya pelaksanaan operasi SAR pada setiap waktu dan
                        tempat dengan cepat, handal, dan aman
Misi :  Menyelenggarakan kegiatan operasi SAR yang efektif dan efisien
melalui upaya tindak awal yang maksimal serta pengerahan potensi SAR yang didukung oleh sumber daya manusia yang profesional, fasilitas SAR yang memadai, dan prosedur kerja yang mantap dalam rangka mewujudkan Visi Badan SAR Nasional

Struktur Organisasi
Basarnas dipimpin oleh Kepala Badan SAR Nasional yang membawahi 2 (dua) deputi yaitu Deputi Bidang Operasi dan Bidang Potensi serta Sekretaris Utama. Deputi Bidang Operasi bertanggung jawab dalam pelaksanaan operasi SAR sedangkan Deputi Bidang Potensi bertanggung jawab dalam pembinaan potensi SAR baik Sumber Daya Manusia maupun fasilitas SAR. Deputi Bidang Operasi terdiri dari : Direktorat Operasi dan Direktorat Komunikasi. Deputi Bidang Potensi terdiri dari : Direktorat Sarana dan Prasarana serta Direktorat Diklat dan Pemasyarakatan SAR.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Basarnas mempunyai Unit Pelaksanan Teknis (UPT) di daerah yang disebut Kantor SAR. Saat ini terdapat 33 Kantor SAR yang terdiri dari 9 Kantor SAR Kelas A dan 24 Kantor SAR Kelas B. Kantor SAR mempunyai wilayah tanggung jawab untuk melaksanakan pembinaan, koordinasi dan pelaksanaan operasi SAR di wilayahnya

3.    Pembahasan

Setelah mengetahui fungsi, tugas, tujuan dan misi visi dari BASARNAS, kita bisa menyimpulkan banyak hal dari teori diatas.  BASARNAS masuk dalam jenis organisasi non laba karena tujuan BASARNAS  bukanlah mencari laba sebanyak-banyaknya akan tetapi untuk melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencarian dan pertolongan korban kecelakaan nasional. Dikarenakan organisasi non laba banyak masyarakat menengah kebawah memanfaatkan layanan puskesmas untuk berobat dengan biaya terjangkau. Bayangkan jika puskesmas tidak ada? Dengan biaya rumah sakit yang semakin meningkat, apakah masyarakat menengah kebawah dapat mencicipi layanan rumah sakit?

            Akan tetapi banyak hal yang masih harus diperhatikan dalam organisasi non profit ini. Biasanya organisasi ini memerlukan suntikan dana dari luar untuk mendukung layanan masyarakat ini. Walaupun BASARNAS sebagai salah satu institusi pelayanan publik milik pemerintah akan tetapi organisasi ini akan tetap memerlukan dana dari luar pemerintah atau bisa juga memerlukan bantuan dari masyarakat luar yang berniat untuk membantu sesamanya seperti bantuan jasa pencarian korban.

            Saya sendiri salut kepada orang-orang yang mengabdikan diri dalam bidang keselamatan karena dapat menolong sesama, BASARNAS juga dapat meringankan beban keluarga korban dalam pencarian sanak dan keluarganya

sumber : Wikipedia indonesia
              Basarnas.go.id
              http://syahsoza.blogspot.com/2011/10/organisasi-non-profit.html